Bangkitkan Semangat Bahasamu, Euforia AKSAGEMA 2023
- JURNALIS SMAN 1 DUKUN

- Nov 2, 2023
- 2 min read
Updated: Nov 25, 2023
Bulan bahasa dan sastra adalah peringatan yang dilakukan setiap bulan Oktober setiap tahunnya di Indonesia untuk mengingat sejarah kelahiran bahasa Indonesia. Hal ini didasarkan pada peringatan sumpah pemuda yang diselenggarakan pada 28 Oktober 1928. Pada bulan ini biasanya akan diadakan event-event kebahasaan. Dalam rangka memperingati bulan bahasa ini, OSIS SMAN 1 Dukun mengadakan event lomba yang bernama Semarak Berbahasa dan Berbudaya Ganesha Muda atau disingkat AKSAGEMA. Kegiatan ini terdiri dari lomba cipta dan baca puisi, mural dengan tema pemuda membatik, monolog, lomba sudut baca dan juga ketoprak. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan literasi dan juga wawasan mengenai baca membaca di SMAN 1 Dukun. Dengan mengambil tema “Semarak Berbangsa dan Bernegara Indonesia Merdeka” dan semboyan “Bangkitkan Semangat Bahasamu”, AKSAGEMA tahun ini resmi dibuka pada tanggal 5 Oktober 2023.

Nahh kali ini kita akan menyorot sedikit tentang penampilan ketoprak blok yang digelar pada Kamis, 26 Oktober 2023 di Sasana Langen Budaya. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pemilihan ketoprak sebagai acara puncak AKSAGEMA tahun ini dilakukan untuk dapat mengenalkan ketoprak perlahahan lahan dan mengenalkan budaya dari jawa supaya tidak hilang dimakan waktu. Ketoprak dimulai pada pukul 10.30 dengan diawali sambutan. Sementara itu kisah-kisah yang ditampilkan cukup beragam, mulai dari cerita Ande-Ande umut, cerita Wewe Gombel, cerita Rahwana Gugur, dan cerita Jaka Tarub. Selama ketoprak berlangsung, seluruh penonton terlihat sangat tertarik dan menikmati sajian kisah dari berbagai blok tersebut.

Menurut salah satu siswa yaitu Pampam, acara ini sangat menarik karena selain sebagai rangkaian kegiatan bulan bahasa juga merupakan bentuk refreshing dari siswa di tengah jenuh-jenuhnya pembelajaran, sehingga dengan diadakannya event ini siswa siswi merasa terhibur. “Acara ini seru sekali karena terdapat dapat nilai gotong royong dan juga kekompakan yang menjadi nilai plus dalam pementasan kali ini,selain itu kegiatan ini sangat bermanfaat karena dapat menumbuhkan kreativitas siswa dan juga menumbuhkan rasa percaya diri bagi siswa itu sendiri,” ungkap Bu Tin. Dengan diadakannya acara ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk nguri-uri kebudayaan jawa. Selain itu, karena seni kearifan lokal dari ketoprak mengandung nilai-nilai moral yang nantinya dapat dijadikan sebagai pedoman dalam berperilaku.
oleh: Citra, Nina, Ara, Anggita









Comments