top of page

“Bergerak Bersama Rayakan Merdeka Belajar”, semarak Hari Guru 2023


Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional tahun 2023, yang diperingati setiap tanggal 25 November, OSIS SMA Negeri 1 Dukun melaksanakan acara penyerahan souvenir kepada Bapak/Ibu Guru. Perayaan Hari Guru Nasional tahun 2023 ini mengusung tema “Serentak Berinovasi Wujudkan Merdeka Belajar”. Perayaan Hari Guru kali ini diakan pada hari Jum’at tanggal 24 November 2023. Acara tersebut dilaksanakan di aula atas SMA Negeri 1 DUKUN yang dihadiri oleh seluruh Bapak/Ibu Guru dan Karyawan SMA Negeri 1 DUKUN serta perwakilan setiap kelas.


Mengacu pada agenda awal, sebenarnya hari Rabu tanggal 22 November 2023 kemarin akan diadakan apel peringatan Hari Guru, namun mengingat hari itu bertepatan dengan kelas 12 sedang melaksanakan tes ABM ( Asesmen Bakat dan Minat) apel peringatan Hari Guru tidak jadi dilaksanakan tahun ini, hanya diadakan penyerahan souvenir saja. Acara tersebut dimulai pada pukul 13.00 WIB yang dimulai dengan pembukaan oleh MC, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars SMA Negeri 1 DUKUN. Tak lupa juga sambutan dari Wakil Kepala Sekolah serta Ketua Panitia. Setelahnya dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng dan pembagian souvenir. Acara selesai kurang lebih pukul 15.00 WIB, untuk mengenang perayaan Hari Guru ini seluruh partisipan acara mengabadikan momen dengan berfoto bersama.




Sebagai penghargaan dan juga perayaan Hari Guru ini kita mewawancarai perwakilan Guru SMA Negeri 1 Dukun ini. Bu Sari selaku Guru Prakarya dan Kewirausahaan membagikan movitasi tentang beliau yang bertekad untuk menjadi Guru "Motivasinya sebenarnya sederhana ya karena jadi Guru itu berarti yang dihadapi adalah anak-anak dan saya juga sangat suka dengan anak anak, nah jadi saya sudah passion sejak kecil jadi Guru, Alhamdulillah terwujud dan sekarang bisa berinteraksi dengan peserta didik dengan kalian-kalian itu sungguh luar biasa dan satu hal yang selalu saya pengang dalam menjadi Guru. Profesi yang senantiasa berkembang tidak mungkin kita berhenti belajar long life learning kalo menjadi Guru itu." Tutur Bu Sari.


Menjadi seorang Guru bukanlah profesi yang mudah ada juga tantangan yang harus dihadapi. Pak Taufik ialah Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti menyampaikan tantangan beliau selama menjadi Guru di SMA Negeri 1 Dukun, "Tantangan terbesar selama mengajar di sekolah ini adalah yang pertama yakni attitude, mengapa attitude karena sekarang banyak anak muda (zaman now) yang attitudenya kurang baik, jadi akan membuat mood seorang pengajar itu menjadi tergantung sehingga yang perlu dibenahi adalah karakter anak zaman sekarang. Yang kedua adalah pengaruh dari penggunaan gadget yang berlebihan sehingga dalam belajar mereka tidak fokus, lebih fokus ke media sosial yang membuat mereka itu malas belajar karena belajar itu hakikatnya monoton seperti biasa hanya itu itu saja maka dari itu mereka akan mencari alternatif lain dengan cara menggunakan media sosial untuk melampiaskan perasaan mereka, jadi harapannya kedepan adalah kita harus memperbaiki karakter perserta didik supaya belajar, dan agar bisa mencapai tujuan yang sesuai dengan UUD 1945." Selain itu, Beliau juga memberikan edukasi mengenai cara memperbaiki attitude. "Cara memperbaiki attitude adalah yang pertama karena kita Muslim kita harus berlandaskan Agama Islam. Attitude itu lebih tinggi dari pada ilmu. Jadi, orang yang berilmu tanpa attitude dia adalah sebuah kesalahan tetapi attitude tanpa ilmu adalah sebuah kebodohan jadi menurut saya, kolerasi antara attitude dan ilmu itu harus seimbang terlebih attitudenya. Orang yang berattitude pasti berilmu dan orang yang berilmu belum tentu berattitude. Jadi untuk memperbaiki itu kita niatkan diri kita untuk beriman kepada Tuhan, dan sekarang sudah hari akhir maka dari itu kita harus meningkatkan karakter atau sikap kita terutama yang menyangkut attitude kita, attitude dengan Guru, temen, dsb." Ujar beliau.



Seorang murid yang terkesan dengan Guru adalah cerminan dari hubungan yang kuat antara seorang pendidik dan siswa. Guru yang mampu menginspirasi dan memotivasi muridnya dengan pengetahuan, keterampilan, dan dedikasinya, sering kali meninggalkan kesan yang mendalam pada hati dan pikiran para murid. Contoh seperti Indana Tashiva Salma selalu PK ia mengatakan apa arti Guru baginya “Seorang Guru ibarat lentera yang menerangi gulita. Perilaku dari seorang guru ialah sebagaimana dikatakan siapa yang mempelajari suatu ilmu kemudian mengamalkannya dan setelah itu mengajarkannya kepada orang lain. Jadi menurut saya Guru itu bagaikan lentera kehidupan bagi murid-muridnya” Ujar Salma.


Menjadi seorang Guru memiliki pengalaman yang penuh makna dan berkesan. Setiap hari, seorang Guru berada di garis depan pendidikan, membentuk dan mempengaruhi kehidupan para siswa. Seperti halnya dengan Bu Rahma beliau menuturkan bahwa “Pengalaman paling mengesankan ketika mengajar itu kalau bisa lihat siswa yang kata orang dan teman-temannya itu tidak positif tapi ternyata di pelajaran matematika itu bisa. Semangat untuk belajar jadi itu kayanya itu yang paling memuaskan itu yang seperti itu”.




Kejenuhan ialah tantangan yang mungkin dihadapi oleh seorang Guru saat mengajar. Meskipun memiliki dedikasi yang tinggi terhadap profesi mereka, Guru juga manusia yang rentan terhadap kelelahan dan kejenuhan. Lalu apakah salah satu guru SMA Negeri 1 Dukun juga merasakan hal tersebut? Ini menurut Bu Astri beliau menuturkan “Pernah jenuh atau enggaknya, jenuh yang seperti apa ya misalnya kalo lagi cape itu iya tapi kalo cape sama jenuh beda ya, Mbak. Kalau cape itu berati kondisinya tubuh yang cape ya, tapi kalo jenuh itu yang pikirannya yang cape, nah kalo itu belum pernah. Jadi kalo saya di sekolah formal khususnya di sini selama 4 tahun saya belum pernah merasakan jenuh apalagi yang benar-benar sampai ‘aduh malas ah masuk ke kelas itu' tidak pernah.”

Alasan Bu Astri tidak jenuh saat melakukan pembelajaran yaitu dikarenakan bertemu dengan anak-anak yang membutuhkan perannya, Beliau menjelaskan “Suka aja jadi sebelum di sini Bu Astri kan di bimbel ketemu sama anak-anak. Kaya misal punya masalah pun jadi lupa kalo punya masalahnya, di sini pun juga seperti itu. Kaya gitu. Jadi misalkan sudah cape dan sebagainya banyak tugas dari Bapak/Ibu Guru ketemu kalian ya sudah hilang capenya, tapi beneran misalkan orang ah klasik sih kaya gitu tapi memang. Begitu adanya jadi kaya muridku mood boosterku” Ujar beliau. Lalu Bu Astri juga memberikan tahu harapan untuk kedepannya dan pengalaman yang paling mengesankan yang pernah Bu Astri lakukan bersama anak-anak, beliau berujar “Pengalaman yang paling berkesan adalah dengan anak walinya. Jadi setiap tahun pasti ada cerita berbeda beda sama anak walinya cuman saya paling berkesan kalo ditanya selama 4 tahun ini sama 12 IPS 3 kemarin yang baru lulus. Jadi saat mereka 11 IPS 3 saat saya sebagai wali kelasnya itu kita tidak hanya ketemu di sekolah tapi juga main ke rumah kalau piknik pasti biasa ya kan umum terus kita ngecamp bareng jadi benar-benar kaya ya sudah kelas kita itu tok dan itu ya tidak sekelas full hanya sekitar ber-12 atau ber-16 tapi itu sampai dia lulus pun saya bukan jadi wali kelas masih merasakan kedekatan emosional yang kuat sama mereka bahkan sampai sekarang sudah lulus pun kita masih berinteraksi atau berhubungan dengan mereka jadi semoga tetap seperti ini adanya, itu si pengalaman yang paling mengesankan dan untuk harapannya pasti yang baik-baik, seperti Bapak Ibu lainya harapannya pasti apa yang jadi impian cita cita anak-anak dapat tercapai seperti apa pun mau jadi apa pun pasti Bapak Ibu akan support dan meridhoi apa pun itu”.



Kesuksesan peringatan Perayaan Hari Guru di SMA Negeri 1 Dukun tidak terlepas dari kerja keras panitia acara tersebut. Salah satunya ialah Ian Arjudhanto, ia menuturkan makna guru bagi dirinya. “Guru menurut saya adalah garda terdepan dalam proses pendidikan serta merupakan pilar utama dalam pembentukan karakter dan potensi siswa. Gitu juga merupakan pahlawan tanpa tanda jasa yang senantiasa menginspirasi dan memberi teladan yang positif bagi siswa-siswinya” Ujarnya. Setelahnya ia juga memberikan alasan mengapa diadakan perayaan ini, “Jadi diadakannya acara guru ini adalah sebagai bentuk kasih sayang kita dan penghargaan kita terhadap Guru yang selama ini telah berkontribusi besar dalam dunia pendidikan terlebih guru di SMAN 1 Dukun yang setiap harinya mendidik kita dengan penuh kesabaran dan guru itu juga merupakan seorang pahlawan yang sangat berarti bagi kami maka dari itu kami mengadakan hari guru ini supaya kita bisa menghargai jasa-jasa para guru dan juga kita bisa lebih berterima kasih kepada guru.” Ujar Ian selaku Ketua Panitia.


Hari Guru adalah momen yang sangat penting untuk menghargai peran dan kontribusi para pendidik dalam membentuk masa depan generasi muda. Melalui dedikasi, pengabdian, dan pengetahuan mereka, para guru membimbing dan menginspirasi siswa-siswa kita untuk mencapai potensi terbaik mereka. Hari Guru juga menjadi kesempatan bagi kita semua untuk merenungkan pentingnya pendidikan dalam membangun masyarakat yang lebih baik. Mari kita terus mendukung dan menghargai para guru, tidak hanya pada Hari Guru namun setiap hari, karena mereka ialah pilar utama dalam pembangunan bangsa.


oleh: Tim Reporter Smandukpers

Comments


bottom of page