top of page

Siswa Fase F SMA Negeri 1 Dukun Menanggulangi Sampah

Hadirnya Kurikulum Merdeka beserta inovasi-inovasi yang menyertainya dalam bentuk Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Projek tersebut merupakan salah satu sarana untuk mencapai berbagai target dalam Profil Pelajar Pancasila. Dalam praktiknya, projek tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk "mengalami pengetahuan" sebagai sebuah proses penguatan karakter sekaligus sebagai bentuk belajar secara nyata dari lingkungan sosialnya.

Dalam kesempatan kali ini siswa-siswi fase F SMA Negeri 1 Dukun melakukan P5 yang berjudul “Gaya Hidup Berkelanjutan“. Projek tersebut dilaksanakan mulai Selasa 13 Januari sampai Jumat 23 Januari 2024 kurang lebih selama dua minggu. Fase F ini memiliki ide menarik dalam gelar karyanya mereka mengajak para siswa fase E untuk menampilkan hasil dari karya masing-masing kelas, hal tersebut tentu menarik perhatian warga SMA Negeri 1 Dukun. Tentunya kesuksesan acara puncak dari gelar karya tersebut tidak luput campur tangan guru yang telah membimbing para murid-muridnya, “Sebenarnya gelar karya kali ini kan Gaya Hidup Berkelanjutan jadi lebih ditekankan pemanfaatan kembali limbah plastik agar jadi sampah tetapi lebih bisa digunakan lagi jadi misalkan fungsionalnya selain itu juga tentang polusi karbonnya. Seperti juga sudah disampaikan waktu acara pembukaan tadi, jadi mengenalkan ke anak-anak supaya paham, jadi sebenarnya sampah yang mereka buat itu ada manfaatnya jika dilakukan daur ulang, jadi ada di reuse, reduce, ataupun recycle. Pasti ada jadi setiap projek itu pasti memiliki keunikan dibandingkan dengan projek sebelumnya, kalau yang sebelumnya kelas 11 atau fase F tentang Pembuatan Incenerator, jadi cara untuk memuaskan sampah yang tidak hanya dibakar, tapi untuk kali ini sampahnya digunakan untuk apa seperti itu, jadi ada yang untuk ternyata seperti yang kalian lihat tadi kalau sudah berkunjung ke base stand-stand ternyata sampah plastik botol yang biasanya kita gunakan bisa ya di reuse kembali dengan dibuat ecobrick seperti itu. Dampaknya pasti anak-anak dapat mengimplementasikan kehidupannya. Cuma yang namanya projek tidak akan langsung kelihatan hasilnya karna semua itu melalui proses. Jadi harapannya anak-anak dapat mengetahui oh ternyata kalo sampah ini tidak di recycle akan memiliki dampak seperti ini misalkan jadi mereka tahu, yang nantinya mereka akan berpikir kembali. Oh saya menggunakan botol minum dari rumah supaya tidak menambah sampah plastik khusunya botoh minum,” tutur Ibu Astri Handayani selaku wali dari siswa fase F5.

Kemeriahan dan keberhasilan acara ini dapat terwujud karena tuangan kreativitas, semangat dan antusias yang ditunjukkan oleh siswa-siswi fase F dengan projek, memiliki pemikiran tinggi, ide dan gagasan baru serta pemikiran yang brilliant dan memiliki jiwa daya cipta yang tinggi kreatif. Sama seperti halnya pendapat yang disampaikan oleh salah satu siswa SMA Negeri 1 Dukun yaitu Deni Ananda Putra Adi Kurniawan fase F4.“Gelar karya bertujuan untuk memamerkan hasil dari kurang lebih 2 minggu, jadi fase f mengerjakan produk produk yang sudah dibuat seperti meja kursi yang berbasis ramah lingkungan. Di dalam gelar karya fase f memamerkan produk dan juga menayangkan video wawancara mengenai PBHS. Menjelaskan keunggulan cara kerja dari produk yang mereka buat dan menampilkan video wawancara mengenai perilaku hidup sehat dan juga bersih. Dalam projek ini kami berharap mengurangi sampah dengan cara memanfaatkan sampah tersebut yang menambah nilai guna dan juga ragam lingkungan seperti ecobrick. Tanggapan saya mengenai projek ini jujur projek ini terseru dari kelas 10 dan kelas 11jadi projek-projek sebelumnya juga seru tetapi saya merasakan projek ini seru karena kita diminta untuk bekerja sama tim dengan penuh kesabaran sampai tangan saya luka tapi ini sangat seru sekali karena kita menghasilkan produk yang sesuai keinginan kita,” ujar Deni.

Tentunya projek kali ini memberikan banyak pengajaran dan pelajaran baru bagi kita tentang kerja sama tim tentang mencoba hal baru dan juga menciptakan barang yang memiliki daya cipta yang kreatif.

Oleh : Fadila, Nayla, Sembara, Febrian

 
 
 

Comments


bottom of page